Sejalan dengan perubahan zaman, teknologi mulai berkembang pesat. Hal ini juga berkembang di kota Malang. Kota ini telah mendeklarasikan diri sebagai ICT Center melalui prakarsa Direktorat Menengah Kejuruan Departemen Pendidikan Nasional pada tahun 2003. Tidak heran jika di berbagai sudut kota Malang di penuhi dengan terobosan teknologi canggih. Contohnya, siswa SMA yang berhasil membuat mobil, siswa SMK yang merakit PC dan berbagai penguasaan IT lainnya yang berpusat di kota ini. Selain itu, penguasaan teknologi tidak hanya pada dunia pendidikan saja tetapi juga dunia kerja, bisnis, perdagangan, pemerintahan dan komunitas masyarakat kota Malang lainnya.
Kota Malang yang berupaya menjadi Malang Smart City ini melakukan berbagai renovasi di setiap sudut kota. Salah satunya adalah pemasangan Wi-Fi lebih dari 50 unit yang diudukung oleh PT Telkom Malang. Pemasangan ini tersebar di berbagai tempat seperti di halaman Balaikota Malang, DPRD Kota Malang, Taman Rekreasi Kota (Tarekot), Alun-alun Merdeka, rumah dinas walikota, Jln. Ijen Boulevard dan gedung Politeknik Kesehatan (poltekes) serta gedung pusat informasi wisata merdeka.Peluncuran Wi-Fi ini merupakan kabar gembira bagi khalayak Malang. Dengan begitu, khalayak Malang dapat mengakses berbagai informasi terkini baik lokal maupun mancanegara melalui internet.
Smart City sendiri merujuk kepada istilah kota yang cerdas yang mengarahkan kepada manajemen kota yang lebih mudah. Dengan mudah kita dapat mengetahui kondisi lingkungan, sosial, ekonomi, masyarakat dan sebaginya dengan dukungan infrastruktur komunikasi dan IT yang lebih baik. Konsep smart city ini dilihat dari pertumbuhan kota tersebut. smart city kurang lebih memilik enam dimensi yaitu smart economy, smart mobility, a smart environment, smart people, smart living dan smart governance.
Malang Smart City adalah kota yang memperhatikan kebutuhan dan keinginan warga. Dengan adanya program Smart City, penataan kota Malang menjadi lebih terorganisir. Selain pendidikan dan sistem lalu lintas, sistem pemerintah, keuangan dan kesehatan bisa diawasi dengan mudah. Implementasi dari teknologi informatika di berbagai bidang banyak memberikan manfaat dan keuntungan bagi khalayak kota Malang.
Perkembangan awal kota Malang sebagai ICT Center ini dipelopori oleh terbentuknya JIS (Jaringan Informasi Sekolah), WAN Kota Malang (Wide Area Network),
SchoolMapping, SIN/TIN (Student Identity Number/Teacher Identity Number). Pengembangan ICT Center ini mengawali munculnya Jardiknas (Jejaring Pendidikan Nasional) yang dibutuhkan dasar IT dalam setiap sistem pendidikan.
ICT Center kota Malang dikembangkan sebagai Pusat Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Informasi dan Komunikasi. ICT Center ini juga banyak membantu berbagai macam penelitian dan pengembangan masyarakat kota Malang yang berbasis Teknologi Informatika. Akan tetapi, sampai sekarang masih ada beberapa guru ataupun masyarakat Malang yang masih awam dengan penggunaan internet. Untuk itu, mulai tahun 2006 pemerintah mengadakan jardiknas, yaitu program belajar IT untuk guru, perangkat desa, dan masyarakat awam lainnya. Selan itu, diadakannya kegiatan Jardiknas sebagai sentra operasi jaringan Client ICT Center Kota Malang .
Pada era yang akan datang. Bisa dibayangkan bahwa kota – kota yang termasuk Smart City dilengkapi fasilitas yang serba canggih dan bebasis IT. Selain teknologinya yang serba canggih SDM nya pun selalu up to date. Seperti negara-negara maju yang memang penataan kota-kotanya sudah berbasis IT. Stasiun kereta api, Traffic light, jalan raya, bahkan pejalan kaki difasilitasi teknologi canggih. Begitu juga dengan kota Malang. Harapanya bahwa Kota yang mendeklarasikan sebagai Malang Smart City, bisa membawa perubahan yang besar dan tentu saja bisa menjadi pelopor kota-kota lain di Indonesia.
Malang Smart City adalah kota yang memperhatikan kebutuhan dan keinginan warga. Dengan adanya program Smart City, penataan kota Malang menjadi lebih terorganisir. Selain pendidikan dan sistem lalu lintas, sistem pemerintah, keuangan dan kesehatan bisa diawasi dengan mudah. Implementasi dari teknologi informatika di berbagai bidang banyak memberikan manfaat dan keuntungan bagi khalayak kota Malang.
Perkembangan awal kota Malang sebagai ICT Center ini dipelopori oleh terbentuknya JIS (Jaringan Informasi Sekolah), WAN Kota Malang (Wide Area Network),
SchoolMapping, SIN/TIN (Student Identity Number/Teacher Identity Number). Pengembangan ICT Center ini mengawali munculnya Jardiknas (Jejaring Pendidikan Nasional) yang dibutuhkan dasar IT dalam setiap sistem pendidikan.
ICT Center kota Malang dikembangkan sebagai Pusat Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Informasi dan Komunikasi. ICT Center ini juga banyak membantu berbagai macam penelitian dan pengembangan masyarakat kota Malang yang berbasis Teknologi Informatika. Akan tetapi, sampai sekarang masih ada beberapa guru ataupun masyarakat Malang yang masih awam dengan penggunaan internet. Untuk itu, mulai tahun 2006 pemerintah mengadakan jardiknas, yaitu program belajar IT untuk guru, perangkat desa, dan masyarakat awam lainnya. Selan itu, diadakannya kegiatan Jardiknas sebagai sentra operasi jaringan Client ICT Center Kota Malang .
Pada era yang akan datang. Bisa dibayangkan bahwa kota – kota yang termasuk Smart City dilengkapi fasilitas yang serba canggih dan bebasis IT. Selain teknologinya yang serba canggih SDM nya pun selalu up to date. Seperti negara-negara maju yang memang penataan kota-kotanya sudah berbasis IT. Stasiun kereta api, Traffic light, jalan raya, bahkan pejalan kaki difasilitasi teknologi canggih. Begitu juga dengan kota Malang. Harapanya bahwa Kota yang mendeklarasikan sebagai Malang Smart City, bisa membawa perubahan yang besar dan tentu saja bisa menjadi pelopor kota-kota lain di Indonesia.
0 komentar:
Posting Komentar