Mencontek bukanlah hal yang besar jika dilihat, akan tetapi dampaknya sangat besar sekali. Sikap mencontek secara tidak langsung telah menggambarkan bagaimana sosok negara Indonesia yang lebih menghargai nilai daripada akhlak dan usaha. Padahal sebaliknya, nilai itu tidak ada artinya jika dibandingkan dengan akhlak, akhlak terpuji jauh lebih penting daripada nilai tinggi karena dengan nilai tinggi tanpa akhlak terpuji kita akan salah mengambil jalan, tanpa akhlak kita akan sombong, sok berkuasa, tidak menghargai usaha orang lain, seakan – akan semuanya tidak ada yang lebih hebat daripada dia.
Coba bandingkan dengan akhlak plus nilai tinggi, pasti tidak akan salah menempatkan posisi kita dihadapan masyarakat karena sikap sopan, ramah, dan bisa menghargai oang lain. Bangsa yang hebat adalah bangsa yang selalu menanamkan nilai kejujuran pada masyarakatnya karena tanpa kejujuran, sebuah negara dapat hancur dan carut – marut dan tidak ada orang yang bisa dipercaya lagi.
Bagaimana agar sikap jujur bisa kita tanamkan di negara kita yang sekarang sedang menghadapi berbagai krisis, apa yang bisa kita lakukan? Sepertinya, tidak ada bangsa Indonesia yang tidak ingin negara-nya menjadi sebuah negara yang hebat, bukan? Berikut ini adalah beberapa tips agar budaya contek-mencontek musnah dan tidak lagi dijumpai di negara Indonesia kita.
Biasanya mencontek dilakukan oleh pelajar yang ketika ujian mempunyai sedikit persiapan atau tidak yakin dengan jawabanya, dan juga pelajar yang berambisi mendapat nilai tinggi tanpa memperdulikan akhlak dan etika sebagai penerus generasi bangsa yang seharusnya mempunyai kepribadian yang memberikan sebuah teladan yang baik
Belajar dengan usaha yang maksimal, entah akan melakukan ujian atau tidak. Karena dengan belajar, kita akan lebih siap ditanya kapanpun dan di manapun, bukankah di Indonesia belajar itu wajib? Sehingga dengan belajar, kapanpun kita mempunyai persiapan yang mantap, tidak ada keraguan dan selalu percaya diri dengan kemampuan kita. Bagaimana jika tidak belajar? Ya solusi yang ditawarkan bukan untuk mencontek akan tetapi itu adalah sebuah konsekuensi, tugas kita adalah belajar, jika tidak maka itulah akibatnya karena hidup ini sesungguhnya berisi sebab-akibat. Sebab tidak belajar maka akibatnya dia tidak bisa, itu sudah merupakan hukum alam dan tidak bisa ditawar lagi. Mencontek bukanlah sebuah solusi yang tepat
Karena suatu bangsa itu dilihat dari seorang pemimpinya, maka kejujuran yang dilakukan seorang pemimpin itu sangat penting. Tapi untuk berlaku jujur kita tidak harus menunggu pemimpin kita memerintahkan untuk berbuat jujur. Bukankah setiap diri kita adalah pemimpin bagi diri kita sendiri? maka mulailah dari diri kita. Ketika semua orang menyadari itu, maka semua orang akan menerapkan sikap jujur pada dirinya dan lambat laun negara kita akan menjadi sebuah negara yang hebat karena kejujuran.
Memberikan pemahaman pada masyarakat bahwa kejujuran itu lebih penting daripada nilai sepuluh , jabatan yang tinggi, dan besarnya kekuasaan. Tidak ada artinya nilai sepuluh jika ia selalu pamer, sombong. Tidak ada artinya jabatan yang tinggi ketika ia melakukan korupsi yang sangat mengecewakan rakyatnya bukan..?
Selain dengan tindakan yang harus disadari dari diri sendiri, bisa juga ditambah dengan fasilitas yang mendukung kegiatan ini, fasilitas yang tujuanya adalah untuk meminimalkan tindakan seperti ini terjadi di kalangan pelajar. Misalnya dengan menambah jumlah pengawas ketika ujian, atau memberikan training kepada pengawas tentang bagaimana harus menjadi pengawas yang benar – benar menjaga amanah yang diberikan kepadanya. Bisa juga dengan menambah aplikasi cctv pada setiap ruangan sehingga memungkinkan seluruh ruangan untuk mendapatkan pengawasan khusus dan juga memberikan jarak tertentu antar bangku sehingga meminimalkan terjadi interaksi antara siswa satu dengan yang lainnya, atau dengan kata lain menjauhkan jarak antar bangku ketika ujian
Kepada tiap sekolah disarankan agar memberikan sanksi kepada siapa saja yang melakukan tindakan ini, tidak harus langsung berat. Akan tetapi perlahan tapi pasti. Misalnya ketika dia melakukan satu kali maka ditegur terlebih dahulu hingga dua kali, apabila telah ditegur sebanyak dua kali dia tetap melanggar, maka sanksi yang lebih berat akan jatuh kepada si pelanggar, tidak cukup hanya dengan ditegur tentunya.
Memberikan pengertian kepada setiap orangtua agar membiasakan menanamkan nilai kejujuran dan kepercayaan diri sejak kecil kepada putra – putrinya karena mengingat nilai kejujuran dan kepercayaan diri itu sangat penting dalam proses pendewasaan diri. Sehingga ketika dewasa mereka menjadi terbiasa dan sangat faham bahwa mencontek itu sangat tidak baik sehingga harus dihindari. Maka dari itu, setiap orangtua hendaknya tidak membiasakan untuk berbohong kepada anaknya agar anak tidak terbiasa dengan kebohongan dan tidak menganggap kebohongan adalah suatu hal yang lazim
Kepada perilaku para pengajar juga sangat mempengaruhi, karena sekarang ini para pengajar lebih banyak bangga jika mempunyai murid yang memiliki nilai tinggi dan berprestasi akademik daripada mempunyai murid yang berakhlak baik atau sopan. Padahal sesungguhnya nilai yang tertulis dikertas itu hakikatnya ya hanya nilai saja, hanya tertulis biasa dan tidak ada artinya jika tanpa aplikasi yang pasti. Karena ilmu itu harus dilakukan, tidak hanya dihafal dan mendapat nilai sempurna, sesungguhnya tidak sesederhana itu
Oleh sebab itu pada akhirnya semuanya berasal dari diri kita sendiri, kesadaran kita, tidak perlu berpura – pura tidak tahu karena sesungguhnya siapakah yang melakukan ini selain, ya selain kita sendiri.. maka dari itu tidak perlu penyesalan yang terus menerus atau malah masih mau mengulang lagi. Tidak ada kata lain selain kita harus mengubah bagaimana pola hidup kita agar negara kesatuan kita ini bisa melakukan sebuah revolusi besar yang bermula dari sepuah aspek kecil akan tetapi sangatlah penting, yaitu kejujuran .. SEMANGAAAAAAAAATT REVOLUSI INDONESIA,!!


